Bacaan Niat Dan Doa Setelah Sholat Tahajud Artinya

Doa Sholat Tahajud - Shalat tahajud adalah solat sunnah yang dikerjakannya pada waktu malam hari atau pada saat tengah malam diantara salat isya dan subuh dalam arti setelahnya kita mengerjakan sholat isya dan sebelum waktu subuh tiba, dan mengerjakan tahajudnya harus diawali dengan tidur terlebih dahulu.

Dalam sholat malam ini (Sholat Tahajud) dikerjakan sekurang-kurangnya dua raka'at dan sebanyak-banyaknya  tidak terbatas, namun harus berjumlah dua raka'at pada setiap shalatnya yang harus diakhiri dengan bacaan salam. Kemudian apabila anda mau sholat lagi maka bacakan kembali niat sholat tahajud dan lakukan terus seperti tadi yaitu dua rakaat dengan satu kali salam.

Hukum Shalat Tahajjud adalah Sunnat Mu’akkad, yaitu sunnat yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan, karena Rasul SAW sangat menganjurkan kepada para umatnya untuk senantiasa mengerjakan shalat Tahajjud. Karena dalam shalat Tahajjud terdapat keutamaan dan keistimewaan yang begitu besar sekali.

Bacaan Niat Dan Doa Setelah Sholat Tahajud Artinya

Diantara dalil-dalil yang menjelaskan tentang doa sholat tahajud adalah yang tercantum dalal ayat-ayat suci al-qur'an seperti pada ayat yang terdapat dalam QS Adz-Dzaariyaat/51: 17-18 dan dalam surat lain pun dijelaskan kembali pada QS Al-Israa’/17: 79. Untuk lebih jelasnya mari kita simak keterangannya dibawah ini.

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ

“Dan pada sebagian malam hari shalat Tahajjud-lah kamu….” [Al-Israa’/17: 79]

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيلًا

“Dan sebutlah nama Rabb-mu pada (waktu) pagi dan petang. Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.” [Al-Insaan/76: 25-26].

وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَأَدْبَارَ السُّجُودِ

“Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai shalat.” [Qaaf/50: 40].

كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” [Adz-Dzaariyaat/51: 17-18]

Berikut ini adalah Lafadz Niat Sholat Tahajud dan juga Doa Setelah Sholat Sunnah Tahajud yang dapat teman-teman hafalkan yang lengkap dengan tulisan bahasa arab dan latin juga terjemahan bahasa indonesia sebagai artinya.

Niat Sholat Tahajud Arab

LATIN = USHALLI SUNNATAT TAHAJJUDI RAK’ATAINI LILLAAHI TA’AALAA
Artinya : ”Aku niat Sholat Sunah Tahajud dua Raka’at karena Alloh Ta’ala”

Doa Sholat Tahajud Arab

اَللهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَالِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

LATIN = ALLAAHUMMA LAKAL HAMDU ANTA QAYYIMUS SAMAA WAATI WAL ARDHI WA MAN FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU ANTA MALIKUS SAMAA WAATI WAL ARDHI WA MAN FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU ANTA NUURUS SAMAAWAATI WAL ARDHI WA MAN FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU ANTAL HAQQU, WA WA’DUKAL HAQQU, WA LIQAA’UKA HAQQUN, WA QAULUKA HAQQUN, WAL JANNATU HAQQUN, WANNAARU HAQQUN, WANNABIYYUUNA HAQQUN, WA MUHAMMADUN SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAMA HAQQUN WASSAA’ATU HAQQUN. ALLAAHUMMA LAKA ASLAMTU, WA BIKA AAMANTU, WA ‘ALAIKA TAWAKKALTU, WA ILAIKA ANABTU, WA BIKA KHAASHAMTU, WA ILAIKA HAAKAMTU, FAGHFIRLII MAA QADDAMTU, WA MAA AKH-KHARTU, WA MAA ASRARTU, WA MAA A’LANTU, WA MAA ANTA A’LAMU BIHIMINNII. ANTAL MUQADDIMU, WA ANTAL MU’AKHKHIRU, LAA ILAAHA ILLAA ANTA, WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH

Artinya : “Wahai Allah! Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penegak dan pengurus langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penguasa (raja) langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah cahaya langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah Yang Hak (benar),janji-Mu lah yang benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, perkataan-Mu benar, surga itu benar (ada), neraka itu benar (ada), para nabi itu benar, Nabi Muhammad saw itu benar, dan hari kiamat itu benar(ada). Wahai Allah! Hanya kepada-Mu lah aku berserah diri, hanya kepada-Mu lah aku beriman, hanya kepada-Mu lah aku bertawakkal hanya kepada-Mu lah aku kembali, hanya dehgan-Mu lah kuhadapi musuhku, dan hanya kepada-Mu lah aku berhukum. Oleh karena itu ampunilah segala dosaku, yang telah kulakukan dan yang (mungkin) akan kulakukan, yang kurahasiakan dan yang kulakukan secara terang-terangan, dan dosa-dosa lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkaulah Yang Maha Terdahulu dan Engkaulah Yang Maha Terakhir. tak ada Tuhan selain Engkau, dan tak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Tata Cara Waktu Keutamaan Sholat Tahajud Dan Bacaan Doanya

Tata Cara Waktu Keutamaan Sholat Tahajud Dan Bacaan Doanya - Seperti yang sudah kami sampaikan kemarin bahwa sholat tahajud ini adlah hukumnya sunnah namun sunatnya diberi pangkat sunnah muakad. pada kesempatan yang berbahagia ini kita akan sama-sama membahas tata cara sholat sunnah tahajud waktu keutamaan dan juga bacaanya.

Sholat sunnah tahajud ini dikerjakannya sesudah sholat isya dan sebelum sholat subuh, namun bagi orang yang hendak bertahajud harus tidur terlebih dahulu sebelum mengerjakannya karena apabila menunaikan sholat malam (tahajjud) tidak diawali dengan tidur maka itu hukumnya bukan sholat tahajud melainkan sholat sunnah biasa saja.

Adapun untuk waktu yang pas untuk melaksanakan sholat tahajud dibagi menjadi tiga bagian yaitu Waktu Sepertiga Pertama ialah yg kira – kira dari jam 19.00 mlm sampai dg jam 22.00 mlm (Waktu Saat Utama), Waktu Sepertiga Kedua ialah kira – kira dari jam 22.00 mlm sampai dg jam 01.00 pagi (Waktu ini saat yg lebih utama) dan Waktu Sepertiga Ketiga ialah waktu kira – kira dari jam 01.00 pagi sampai dg sebelum masuknya waktu shubuh (Waktu yg paling sangat utama).

Tata Cara Dan Waktu Keutamaan Sholat Tahajud Bacaannya

Setelah kita mengetahui waktu yang paling bagus untuk melaksankan sholat tahajud mari kita simak lagi apa saja yang dapat kita gapai/raih dari sholat tahajud, karena sholat sunnah yang satu ini terdapat banyak sekali keistimewaan dan juga manfaat yang terkandung didalamnya seperti sebagai berikut.


1. Penghapus dosa dan mencegah berbuat dosa
Seperti yang disampaikan di atas, sholat tahajud adalah ibadah yang selalu dilakukan oleh orang-orang shaleh. Ibadah ini mendekatkan diri seorang manusia kepada pencipta-Nya, Allah SWT. Bisa dibilang sholat tahajud mampu menjadi media penghapus dosa seseorang. Mereka pun pastinya memperkuat iman dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa besar maupun kecil. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa sholat malam adalah ibadah yang sering dilakukan oleh orang-orang shaleh. Ibadah ini dapat mendekatkan seseorang kepada Sang Pencipta, jalan menghapuskan dosa serta mencegah muslimin untuk berbuat dosa.

2. Tanda takwanya terlihat di muka
Orang yang selalu melaksanakan sholat tahajud akan terlihat bersinar wajahnya. Inilah yang menjadi tanda bahwa seseorang tersebut bertakwa kepada Allah SWT. Tanda-tanda ketakwaan tersebut selalu terlihat oleh orang-orang di sekitar mereka. Hal tersebut bisa jadi pelecut semangat bagi kaum muslimin yang lain untuk selalu melaksanakan shalat tahajud. Shalat tahajud tetap menjaga keimanan seseorang teguh kepada sang Maha Penyayang.

3. Melancarkan aliran darah di tubuh
Sholat tahajud biasanya dilakukan pada pukul 03.00 pagi. Setiap muslim umumnya terbangun pada jam tersebut untuk mengerjakan sholat tahajud dan beribadah pada Sang Pencipta. Ibadah ini nyatanya tak hanya sekedar berbagi keluh kesah, namun memberikan udara segara bagi seluruh organ tubuh. Ketika itu, udara di atmosfer masih sangat segar dan dihirup oleh paru-paru. Tubuh kita pun menggerak-gerakkan seluruh otot yang membuat badan segar seketika dan seluruh aliran darah terasa lancar. Oksigen segar akan menghilang ketika matahari terbit dan kembali pada pagi berikutnya. Hanya orang-orang yang terbangun untuk melaksanakan sholat tahajudlah yang bisa merasakannya.

4. Membesarkan rongga paru-paru
Manfaat gerakan sholat nyatanya memberikan efek positif bagi kesehatan manusia. Gerakan takbiratul ihram yang diikuti dengan bersedekap sebenarnya membuka rongga paru-paru lebih lebar. Hal tersebut diketahui mampu memperlancar aliran udara menuju paru-paru. Kerap kali kita merasakan paru-paru jauh lebih lapang daripada sebelumnya. Hal ini tidak bisa dipungkiri sebagai salah satu olah napas yang sangat baik selain berolahraga.

5. Jaminan masuk surga
Rasulullah pernah mengatakan bahwa siapapun yang melaksanakan shalat tahajud, maka jaminan surga baginya. Hal ini sempat pula diriwayatkan dalam salah satu hadits, sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Wahai manusia, sebarkanlah salam, beri makanlah, sambung tali kasih, salat malamlah saat orang pada terlelap, maka masuklah surga dengan selamat”. (HR. Al-Hakim, Ibnu Majah, At-Tirmizy).

6. Pikiran jauh lebih segar
Bangun tidur pastinya Anda memiliki pemikiran yang jauh lebih jernih. Bayangkan saja, dalam 1 hari jantung manusia bekerja 100.000 kali dan bernapas sebanyak 20.000 kali. Setiap organ tersebut memerlukan waktu istirahat yang cukup. Nyatanya tidur adalah istirahat yang sangat baik bagi tubuh. Dengan begini, seluruh organ tubuh akan beristirahat dari setiap tugas beratnya. Tidur membantu tubuh memulihkan sel yang sempat terganggu, menambah kekuatan dan otak pun kembali bekerja dengan baik. Alasan tersebutlah yang menjadikan shalat tahajud dilaksanakan setelah bangun dari tidur. Pikiran yang jauh lebih fresh dan segar membuat gerakan shalat kita juga khusyu’ memaknai ayat-ayat Al-Qur’an.

7. Mendapat keringanan ketika dinasab di akhirat
Keutamaan lainnya dari shalat tahajud adalah keringanan di hari akhir nanti. Setiap orang pastinya mempunyai catatan dosa dan pahala yang akan diterima di akhirat. Apabila catatan amalnya lebih banyak, niscaya surga tempatnya. Namun bila sebaliknya, sudah barang tentu neraka adalah tempat yang tepat. Bagi kaum muslim yang taat, shalat tahajud bisa menjadi media untuk mendapatkan keringanan ketika dinasab di akhirat. Allah akan memberikan keutamaan ini kepada mereka yang memohon ampun dan berdoa di sepertiga malam

8. Memperoleh cinta Allah
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, bahwa orang yang selalu melaksanakan shalat tahajud akan memperoleh cinta dari Allah SWT. Sebagaimana Beliau bersabda pada Abu Darda’ r.a. tentang keutamaan shalat tahajud ini. Mereka yang memilih bangun di tengah malam dan meninggalkan kenyamanan tidur, niscaya akan mendapat cinta dari Allah SWT. Kaum mukmin tersebut memutuskan meninggalkan syahwat mereka dan bersujud di hadapan sajadah. Segala pengampunan doa diberikan Allah kepada orang-orang tersebut. Tentu saja cinta Allah kepada orang-orang shaleh tak berputus hingga hari akhir dan perhitungan nanti.

9. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Secara bio-teknologi, penemuan baru menyebutkan bahwa shalat tahajud mampu meningkatkan daya tahan tubuh seseorang. Di samping itu, bagi para penderita kanker akan merasakan manfaat lainnya, yaitu menghilangkan rasa nyeri yang kerap melanda. Pada bidang ini pula dikatakan bahwa shalat tahajud meningkatkan respon positif yang sangat efektif dalam anastesi pra bedah. Alasan inilah yang menjadikan mengapa shalat tahajud sangat baik dilaksanakan oleh penderita penyakit berat sekalipun. Anda akan merasakan begitu banyak manfaat dalam gerakan shalat malam tersebut.

10. Shalat yang paling afdol setelah 5 waktu
Kewajiban setiap muslim dan muslimin di seluruh dunia adalah mengerjakan shalat 5 waktu. Allah SWT menyukai umat-Nya yang selalu mengingat-Nya baik dalam keadaan senang maupun sedih. Tak ada tempat berbagi ataupun mengadu yang lebih baik selain kepada Allah SWT. Shalat tahajud menjadi salah satu ibadah yang paling afdol setelah shalat 5 waktu. Shalat tengah malam memberi kesempatan kepada Anda untuk beribadah lebih khusyu’. Waktu tersebut juga sangat tepat untuk berkeluh kesah dan memohon ampunan dari Sang Pencipta.

Tata Cara Sholat Tahajud itu sama saja sepeti kita sholat pada umumnya yaitu yang diawali dengan niat sholat tahajud dan diakhiri dengan bacaan salam, namun untuk bacaan surat dalam sholatnya bisa dilihat dibawah ini:
  • Pada raka'at pertama setelah membaca surat Al-Fatihah membaca salah satu surat Al-Qur'an misalnya QS Al-Baqarah ayat 284-286.
  • Pada raka'at pertama setelah membaca surat Al-Fatihah membaca salah satu surat Al-Qur'an misalnya QS Ali Imran ayat 16-17-18-19.

Jika saja ayat-ayat tersebut belum hafal maka boleh membaca surat-surat pendek yang teman-teman sudah hafal, Dan apabila sudah selesai mengerjakan sholat tahajud maka dianjurkan untuk membaca doa sholat tahajud.

Niat Dan Tata Cara Sholat Jenazah/Mayit Lengkap Bacaan Doanya

Niat Doa Dan Tata Cara Sholat Jenazah Lengkap Bacaannya - Sholat jenazah atau shalat mayyit adalah solat yang hukumnya pardhu kipayah yaitu apabila dikerjakan maka akan mendapatkan pahala dan jika tidak dikerjakan pun tidak mendapatkan siksa atau tidak mendapatkan dosa dengan tidak mengerjakannya itu yang dimaksud dengan fardhu kipayah.

Atau lebih jelasnya lagi mengenai fardhu kipayah perihal sholat jenazah yaitu wajib dikerjakan oleh sebagian orang/golongan/kaum yang ada di tempat/kampung sekitar dimana orang tersebut meninggal dunia, sehingga jika tak ada satu orang pun yang melakukan sholat jenazah di daerah tersebut, maka masyarakat di sekitarnya mendapat dosa semuanya.

Sholat jenazah/mayyit merupakan shalat yang dilakukan apabila ada seseorang yang meninggal dunia (Islam) baik itu laki-laki maupun perempuan, baik itu anak-anak atau yang sudah dewasa, Dan sholat jenazah ini sebaiknya dilakukan secara berjamaah walaupun memang bisa juga dilakukan secara munfarid.

Niat Dan Tata Cara Sholat Jenazah/Mayit Lengkap Bacaan Doanya

Meskipun kita tidak sering melakukan shalat jenazah, tidak ada salahnya kalau kita mengetahui bacaan doa, niat dan juga tata cara melaksanakan sholat jenazah. Karena begitu tidak sering digunakan, kadang-kadang banyak orang-orang yang lupa bacaan shalat jenazah itu khususnya doa yang di baca sesudah takbir ke 3 dan ke 4. Oleh karena itu, mungkin saja dengan artikel ini diharapkan dapat membantu mengingat kembali bacaan-bacaannya.

Rukun Sholat Jenazah
  • Niat
  • Berdiri Jika Mampu (Tidak Ada Udzur)
  • Takhbir 4 Kali Yang Di Selangi Dengan Bacaan
  • Membaca Surat Fatihah
  • Membaca Sholawat Kepada Nabi
  • Mendoakan Mayit
  • Salam

Tata cara sholat jenazah/mayit lengkap bacaannya

1. Membaca Niat Sholat Jenazah

اُصَلِّيْ عَلىَ هَذَا اْلَميِّتِ ِللهِ تَعَالَى

Tulisan Latin : Ushallii 'alaa haadzal mayyiti lillaahi ta'aala
Artinya : Aku niat menshalatkan mayyit (laki-laki) ini, karena Allah Ta'aala

Dan apabila mayatnya perempuan maka lafadz هذا الَميّتِ /haadzal mayyiti diganti dengan lafadz هذه الَميّتِة /haadzihil mayyitati sehingga lafadz niat sholat mayit/jenazah perempuan adalah sebagai berikut

اُصَلِّيْ عَلىَ هَذِهِ اْلَميِّتَةِ ِللهِ تَعَالَى

Latin : Ushallii 'alaa haadzihil mayyitati lillaahi ta'aala
Terjemahan : Aku niat menshalatkan mayyit (perempuan) ini, karena Allah Ta'aala

2. Takbiratul Ihram Pertama
Bacaan setelah takbir pertama yaitu membaca surat al-fatihah yang tidak diawali dengan bacaan doa iftitah dan tidak dilanjutkan untuk membaca surat pendek seperti mengerjakan sholat pada umumnya.

3. Takbiratul Ihram Kedua
Bacaan setelah takbir ke dua setelah selesai membaca Fatihah, kemudian membaca takbir lagi sambil mengangkat tangan seperti pada takbiratul ihram. Bacaan setelah takbir kedua yaitu membaca shalawat kepada Nabi yaitu bacaannya seperti dibawah berikut

أللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ إِبْرَاهِيْمَ فِى اْلعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَّجِيْدٌ

Allaahumma shalli 'alaa muhammadin, wa 'alaa aali muhammadin, kamaa shallaita 'alaa ibraahiima, wa 'alaa aali ibraahiima. Wa baarik 'alaa muhammadin, wa 'alaa aali muhammadin, kamaa baarakta 'alaa ibraahiima, wa 'alaa aali ibraahiima. Fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid.

“Ya Allah, berilah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Berilah berkah kepada Muhammad dan keluarganya (termasuk anak dan istri atau umatnya), sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”

4. Takbiratul Ihram Ketiga
Bacaan setelah takbir ke tiga Setelah membaca sholawat, kembali melakukan takbir untuk yang ke tiga kalinya lalu membaca doa di bawah ini. Bacaan doa ini khusus jenazah laki-laki.

الَّلهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وأَكْرِمْ نُزُوْلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنَ اْلخَطَايَا كَمَا يُنَقَى الثَوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وأََهْلًا خَيْراً مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْراً مِنْ زَوْجِهِ وَقِهِ فِتْنَةَ القَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

Allaahummaghfirlahuu, warhamhuu, wa 'aafihii, wa'fu 'anhuu, wa akrim nuzuulahuu, wa wassi' madkhalahuu, waghsilhu bimaa-in watsaljin wabaradin, wanaqqihii minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi, wa abdilhu daaran khairan min daarihii, wa ahlan khairan min ahlihii, wa zaujan khairan min zaujihii, waqihi fitnatal qabri wa 'adzaabannaar.

"Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkanlah dia, ampunilah kesalahannya, muliakanlah kematiannya, lapangkanlah kuburannya, cucilah kesalahannya dengan air, es dan embun sebagaimana mencuci pakaian putih dari kotoran, gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, gantilah keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, gantilah istrinya dengan istri yang lebih baik, hindarkanlah dari fitnah kubur dan siksa neraka".

Apabila jenazahnya perempuan, maka bacalah doa di bawah ini :

الَّلهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وأَكْرِمْ نُزُوْلَهَا وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا وَاغْسِلْهَا بِمَاءٍ وثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهَا مِنَ اْلخَطَايَا كَمَا يُنَقَى الثَوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وأََهْلًا خَيْراً مِنْ أَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْراً مِنْ زَوْجِهَا وَقِهِهَا فِتْنَةَ القَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

Allaahummaghfirlahaa, warhamhaa, wa 'aafihaa, wa'fu 'anhaa, wa akrim nuzuulahaa, wa wassi' madkhalahaa, waghsilhaa bimaa-in watsaljin wabaradin, wanaqqihaa minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi, wa abdilhaa daaran khairan min daarihaa, wa ahlan khairan min ahlihaa, wa zaujan khairan min zaujihaa, waqihaa fitnatal qabri wa 'adzaabannaar.

"Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkanlah dia, ampunilah kesalahannya, muliakanlah kematiannya, lapangkanlah kuburannya, cucilah kesalahannya dengan air, es dan embun sebagaimana mencuci pakaian putih dari kotoran, gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, gantilah keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, gantilah suaminya dengan suami yang lebih baik, hindarkanlah dari fitnah kubur dan siksa neraka".

5. Takbiratul Ihram Ke Empat
Bacaan sholat mayit setelah takbir ke empat Selanjutnya kembali membaca takbir ke empat yang merupakan takbir terakhir. Setelah takbir ke empat, membaca doa di bawah ini, khusus jenazah laki-laki.

اَلَّلهُمّ لاَتَحْرِمْنا أَجْرَهُ وَلاَتَفْتِِنَّا بَعْدَهُ

Allaahumma laa tahrimnaa ajrahuu, walaa taftinnaa ba'dahuu

Apabila jenazahnya perempuan, bacalah doa di bawah ini :

اَلَّلهُمّ لاَتَحْرِمْنا أَجْرَهَا وَلاَتَفْتِِنَّا بَعْدَهَا

Allaahumma laa tahrimnaa ajrahaa, walaa taftinnaa ba'dahaa
Ya Allah, janganlah Engkau haramkan Kami dari pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah pada kami setelah kematiannya.

6. Bacaan salam
Setelah membaca doa takbir ke empat, dilanjutkan dengan membaca salam ke kanan dan ke kiri.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh
"Keselamatan, rahmat Allah dan keberkahan-Nya semoga untuk kalian semua"

Niat Doa Dan Tata Cara Sholat Jenazah

Itulah ulasan singkat yang dapat kami sajikan untuk teman-teman semua, semoga dengan adanya artikel diatas dapat membantu anda yang sedang mencari penjelasan tentang Niat Doa Dan Tata Cara Sholat Jenazah Lengkap Bacaannya dan apabila ada kesalahan mohon maaf dengan sebesar-besarnya.

Tata Cara Doa Niat Sholat Taubat Nasuha Yang Benar Sesuai Sunnah

Tata Cara Doa Niat Sholat Taubat Nasuha Islam Yang Benar - Kita selaku makhluk (manusia) adalah tempatnya salah dan berbuat dosa baik itu dengan cara disengaja maupun tidak disengaja baik itu kepada sesama makhluk lagi terutama berbuat dosa kepada sang kholik yaitu Allah Swt, karena kita bukan seorang malaikat yang selalu patuh terhadap perintah dari Allah Swt, karena kita tempatnya salah dan dosa.

Dan disini kami akan sedikit berbagi pengetahuan namun sebelumnya bukan berarti mengajari tapi disini kita belajar bersama. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai sholat taubat yang mana dalam kesempatan ini akan membahas pengertian, niat, doa dan tata cara mengerjakan shalat sunnah taubat nasuha.

Pengertian taubat nasuha adalah seseorang yang mencoba untuk bertaubat kepada Allah dari segala dosa dan perbuatan yang telah dilakukannya dan setelahnya bertaubat mereka bersungguh-sungguh dan berjanji tidak untuk mengulangi lagi dan sangat menyesali dengan kesalahan dan perbuatan dosa yang telah diperbuatnya terutama dosa besar.

Tata Cara Doa Niat Sholat Taubat Nasuha

Adapun dosa yang tergolongkan kedalam dosa besar adalah perbuatan syirik (Menyekutukan Allah SWT), berbuat zina, meminum khamar/arak (mabuk), tukang sihir, membunuh, berbuat durhaka kepada orang tua, memakan harta riba, memakan hartanya anak yatim, Merasa aman dari ancaman Allah SWT, Berputus asa dari mendapatkan rahmat Allah SWT.

Niat Sholat Taubat

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّوْبَةَ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

USHALLII SUNNATAT TAUBATI RAK’ATAINI LILLAHI TA’A’AALAA.
Artinya : “aku (niat) shalat sunat taubat 2 rakaat, karena Allah Taala.”

Tata Cara Sholat Taubat - Adapun untuk tata cara pelaksanaan sholat taubat itu sama saja seperti halnya kita mengerjakan shalat sunnah pada umumnya, namun ada bacaan surat setelah membaca surat alfatihah yang paling baik yaitu :
  • Rakaat pertama, setelah membaca surat Al-Fatihah, membaca surat Al-kafirun
  • Rakaat ke-2, setelah membaca surat Al-Fatihah, membaca surat Al-ikhlas

Setelah kita selesai mengerjakan shalatnya maka teman-teman dianjurkan untuk membaca doa sholat taubat yang mana bacaannya telah kami sajikan selengkapnya dibawah berikut ini

membaca Istighfar sebanyak 100x اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمِ

Setelah baca istighfar lalu baca istighfar di bawah ini:

استغفرالله العظيم الذى لااله الاهو الحي القيوم واتوب اليه توبة عبد ظالم لايملك لنفسه ضراولا نفعا ولاموتا ولاحياة ولانشورا

Artinya : " Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang senantiasa hidup dan mengawasi, saya memohon taubat kepada-Nya sebagaimana taubatnya hamba yang dholim yang berdosa tidak memiliki daya upaya untuk berbuat mudharat atau manfaat untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti"

Kemudian baca sayyidul istighfar seperti ini.

اللهم أنت ربيى لااله الا انت خلقتنى واناعبدك وانا على عهدك ووعدك مااستطعت. اعوذبك من شرّ ماصنعت ابوء لك بنعمتك علىّ وابوء بذنبي فاغفرلى لايغفر الذّنوب الا انت

Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan aku, dan akulah hamba-Mu. Dan aku pun dalam ketentuan serta janji-Mu yg sedapat mungkin aku lakukan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yg telah aku lakukan, aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tiada yg dapat memberi ampunan kecuali Engkau sendiri. Aku memohon perlindungan Engkau dari segala kejahatan yg telah aku lakukan".

Kemudian yang terakhir membaca Doa Sholat Sunnah Taubat

اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ تَوْ فِيْقَ اَهْلِ الْهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَجِدَّ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّ غْبَةِ وَتَعَبُّدَ اَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى اَخَافَكَ . اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ مَخَا فَةً تَحْجُزُ نِى عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى اَعْمَلَ بِطَا عَتِكَ عَمَلاً اَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ حَتَّى اُنَا صِحَكَ فِىالتَّوْ بَةِ خَوْ فًا مِنْكَ وَحَتَّى اَخْلِصَ لَكَ النَّصِيْحَةَ حُبًّا لَكَ وَحَتَّى اَتَوَ كَّلَ عَلَيْكَ فَ اْلاُمُوْرِ كُلِّهَاوَحُسْنَ ظَنٍّ بِكَ . سُبْحَانَ خَالِقِ نُوْرٍ

Artinya: "Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu Taufiq(pertolongan)nya orang-orang yang mendapatkan petunjuk(hidayah),dan perbuatannya orang-orang yang bertaubat, dan cita-cita orang-orang yang sabar, dan kesungguhan orang-orang yang takut, dan pencariannya orang-orang yang cinta, dan ibadahnya orang-orang yang menjauhkan diri dari dosa (wara’), dan ma’rifatnya orang-orang berilmu sehingga hamba takut kepada-Mu. Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu rasa takut yang membentengi hamba dari durhaka kepada-Mu, sehingga hamba menunaikan keta’atan kepada-Mu yang berhak mendapatkan ridho-Mu sehingga hamba tulus kepada-Mu dalam bertaubat karena takut pada-Mu, dan sehingga hamba mengikhlaskan ketulusan untuk-Mu karena cinta kepada-Mu, dan sehingga hamba berserah diri kepada-Mu dalam semua urusan, dan hamba memohon baik sangka kepada-Mu. Maha suci Dzat Yang Menciptakan Cahaya".

Mungkin hanya itulah yang dapat kami share kali ini mengenai Tata Cara Doa Niat Sholat Taubat Nasuha Islam Yang Benar, Mudah-mudahan artikel diatas bermanfaat. Bagi teman-teman yang belum hafal dengan penjelasan shalat istikharah, sahabat bisa lihat pada postingan sebelumnya.

Niat Doa Dan Tata Cara Shalat Sunnah Istikharah Lengkap Bacaannya

Niat Doa Dan Tata Cara Shalat Sunnah Istikharah - Shalat istikharah adalah sholat sunnah yang dikerjakan oleh umat islam yang guna untuk meminta atau memohon petunjuk kepada Allah Swt dikarenakan mempunyai hajat yang merasa bahwa dirinya masih ragu-ragu atau memiliki beberapa pilihan atau juga dikala akan memutuskan sesuatu hal, diantara orang yang melakukan shalat sunat ini yaitu orang yang meminta petunjuk dalam perjodohan.

Orang yang baik adalah orang yang selalu mengerjakan shalat sunnah istikhoroh terlebih dahulu apabila sebelum memutuskan sesuatu yang dikehendaknya, misalkan orang yang memilih untuk dijadikan suami atau istri karena mempunyai pilihan, maka disitulah letaknya kita harus mengerjakan shalat tersebut.

Agama islam adalah agama yang paling sempurna dan dalam ajaran islam semuanya sudah tertata rapi dalam segala urusan dan semua itu sudah dicantumkan dalam kitab suci Al-Qur'an, dalam setiap permasalahan pasti sudah ada jawabannya karena dalam Al-Qur'an menerangkan semua perkara yang terjadi pada kehidupan sehari-hari bahkan dalam Al Qur'an menerangkan tentang masa yang akan datang.

Niat Doa Dan Tata Cara Shalat Sunnah Istikharah

Adapun untuk waktu pelaksanaannya itu bisa kapan saja baik itu di siang hari ataupun malam hari, namun waktu yang pas dan yang paling baik adalah waktu akhir dari sepertinganya malam hari hingga menjelang waktu sholat shubuh. Dan Berikut ini adalah beberapa keterangan yang menjelaskan tentang shalat sunnah istikharah . Berdasarkan hadits riwayat Bukhari:

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ , وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ , وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ

Artinya: Ya Allah aku beristikharah (meminta pilihan) dengan ilmuMu, aku memohon kekuatan dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon keutamaan-Mu.

Hadits Bukhari dari Jabir:

عَنْ جَابِرٍ رضي الله عنه قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُعَلِّمُنَا الاسْتِخَارَةَ فِي الأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ

Artinya: Rasulullah mengajarkan kami ber-istikharah dalam seluruh perkara sebagaimana beliau mengajar kami surat Al-Quran. Beliau bersabda, "Apabila kalian bermaksud sesuatu, maka shalatlah dua raka'at sunnah kemudian berdoalah..."

Bagi sahabat yang belum hafal dengan bacaan doa sholat istikharah tidak usah khawatir karena disini kami akan sharing tentang bacaan niat shalat istikharah yang lengkap dengan tulisan bahasa arab dan latin juga diterjemahkan langsung kedalam bahasa indonesia sebagai artinya. Berikut bacaan niat dan doa nya :

Niat Shalat Istikharah

أُصَلِّي سُنَّةَ اْلإِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْن لِلَّهِ تَعَال

Arinya: “Aku (niat) shalat sunat istikharah 2 rakaat, karena Allah Ta`ala.”

Tata Cara Shalat Istikharah - Untuk tata cara pelaksanaannya sama saja seperti kita mengerjakan sholat sunnah seperti biasanya misalkan dalam sholat dhuha, namun ada bacaan khusus dalam bacaan surat setelah fatihahnya, pada rakaat pertama membaca surah AL-Kaafiruun, lalu dilanjutkan dengan membaca surat AL-Qashash ayat 68-69, sebanyak 7 kali,yaitu :

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

Artinya: “Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Ia kehendaki dan memilihnya.Sekali-kali tak ada pilihan bagi mereka. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan.”

Kemudian pada rakaat kedua setelah kita selesai membaca surat al-fatihah dilanjutkan untuk membaca surah AL-Ikhlash, kemudian dilanjutkan dengan membaca surat AL-Ahzaab ayat 36, sebanyak 7 kali,yaitu :

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا

Artinya: “Dan tidaklah putut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apa bila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, Dan barang siapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah benar-benar sesat.”

Apabila sudah selesai mengerjakan sholatnya maka teman-teman langsung membaca doa istikharah dan untuk lafadznya bisa dilihat dibawah berikut ini :

Doa Setelah Sholat Sunnah Istikharoh

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -........ - خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ ............ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

(-titik-titik (......) di isi dengan hajat kita-)

Allahumma inniy astakhiiruka bi‘ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as-aluka min fadhlikal ‘azhim,fainnaka taqdiru wa laa aqdiru wa ta’lamu wa laa ‘Abdullah’lamu wa anta ‘allaamul ghuyuub. Allahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amru khairul liy fiy diiniy wa ma’aasyiy wa‘aaqibati amriy” atau; ‘Aajili amriy wa aajilihi faqdurhu liy wa yassirhu liy tsumma baarik liy fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna haadzal amru syarrul liy fiy diiniy wa ma’aasyiy wa‘aaqibati amriy” aw qaola; fiy ‘aajili amriy wa aajilihi fashrifhu ‘anniy washrifniy ‘anhu waqdurliyl khaira haitsu kaana tsumma ardify bihi.”

Artinya: “Ya Allah hamba memohon agar Tuhan memilihkan mana yang baik menurut Engkau Ya Allah. Dan hamba memohon Tuhan memberikan kepastian dengan ketentuan-Mu dan hamba memohon kemurahan Tuhan yang Besar lagi Agung karena sesungguhnya Tuhan yang Berkuasa sedang hamba tidak tahu dan Tuhanlah yang amat mengetahui segala sesuatu yang masih tersembunyi. Ya Allah, jika Tuhan mengetahui, bahwa persoalan ini baik bagi hamba, dan baik pula akibatnya bagi hamba, maka berilah perkara ini kepada hamba, dan mudahkanlah ia bagi hamba, kemudian berikanlah keberkahan bagi hamba, dan penghidupan hamba, dan jika tidak baik akibatnya bagi hamba, maka jauhkanlah ini dari hamba dan jauhkanlah hamba dari padanya. Dan berilah hamba orang yang rela atas anugrah-Mu.”

Tata Cara Sholat Dhuha Yang Benar Sesuai Sunnah Dan Bacaan Doa nya

Tata Cara Sholat Dhuha Yang Benar Dan Bacaannya - Seperti yang kita ketahui dan yang suka dijelaskan oleh ustadz bahwa sholat sunnah dhuha ini memiliki banyak manfaat dan juga hikmah yang dapat kita raih apabila kita hendak mengerjakan sholat tersebut dan diantara salah satu manfaatnya ialah dapat membukakan pintu rezeki dan diri kita akan selalu merasa lapang dada dalam semua urusan.

Dan disini kami setelahnya kemarin sudah menjelaskan dengan bacaan niat dan doa setelah sholat dhuha kini kami akan sharing tentang tata cara sholat dhuha yang benar sesuai sunnah yang lengkap dengan bacaannya, Namun sebelum itu kita akan menjelaskan terlebih dahulu bagaimana tata cara pelaksanaan shalat dhuha, yuk kita simak selengkapnya.

Dalam pembahasan singkat seputar sholat dhuha alangkah baiknya jika kita mengetahui pengertian sholat dhuha yaitu sholat sunnah yang dikerjakannya di pagi hari apabila sudah mulai memasuki waktu dhuha (waktu ketika terbitnya matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta atau sekitaran pukul 07.00 WIB hingga akan memasuki waktu sholat fardhu dzuhur) dan waktu yang paling pas yang kerap banyak dilakukan oleh orang-orang yaitu sekitar pukul 08.00-10.00 pagi.

Tata Cara Sholat Dhuha Yang Benar Sesuai Sunnah

Adapun dalam waktu pelaksanaanya yang paling tepat menurut sebahagian ulama berpendapat bahwa waktu yang paling baik untuk mengerjakan sholat sunnah dhuha yaitu sekitar pukul 08.00 hingga pukul 10.00 wib. Dan ada juga waktu yang haram untuk menunaikan sholat dhuha yaitu Sesudah Shalat Subuh hingga matahari bersinar dan Ketika hampir masuk waktu Zuhur hingga tergelincir matahari.

Berikut ini adalah beberapa hadist yang terkait dengan sholat dhuha
“Siapapun yang rutin shalat dhuha, akan diampuni dosanya, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan” (HR. Turmudzi)

“Barangsiapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga” (H.R. Tirmiji dan Abu Majah)

“Rasulullah SAW mewasiatkan kepadaku 3 perkara: puasa 3 hari setiap bulan, 2 rakaat shalat dhuha, & shalat witir sblm tidur” (HR. Bukhari Muslim)

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam shalat Dhuha sebanyak empat (rakaat), kadang beliau menambah sesuai keinginannya.” (HR. Muslim no. 1176)

“Pada setiap persendian kalian harus dikeluarkan sedekahnya setiap pagi; Setiap tasbih (membaca subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (membaca Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (membaca Lailaha illallah) adalah sedekah, setiap takbir (membaca Allahu Akbar) adalah sedekah, amar bil ma’ruf adalah sedekah, nahi ‘anil munkar adalah sedekah. Semua itu dapat terpenuhi dengan (shalat) dua rakaat yang dilakukan di waktu Dhuha.” (HR. Muslim, no. 1181)

“Wahai anak Adam shalatlah empat rakaat di awal hari, Aku akan lindungi engkau hingga akhirnya.” (HR. Tirmizi, no. 437)

“Tidak ada orang yang memelihara shalat Dhuha, melainkan dia seorang yang kembali, karena dia adalah shalat awwaabin (shalatnya orang-orang yang kembali).” (HR. Ibnu Khuzaimah)

“Siapa yang shalat Fajar berjamaah, kemudian duduk untuk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian dia shalat dua rakaat, maka baginya bagaikan pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Tirmizi, no. 586)

“Pada diri manusia terdapat 360 persendian. Harus baginya bersedekah untuk setiap dari persendian itu”

Mereka berkata, “Siapakah yang mampu melakukan hal itu wahai Rasulullah?”

Beliau bersabda, “Dahak yang ada di masjid kau tanam, atau sesuatu (berupa gangguan) di jalan engkau singkirkan. Jika kau tak mampu juga, maka dua rakaat Sholat Dhuha telah mencukupi bagimu”.(HR. Ahmad)

“Barangsiapa yang keluar menuju Sholat Dhuha, sedang tak ada yang membuatnya capek kecuali sholat itu, maka pahalanya laksana pahala orang yang ber-umroh”. (HR. Abu Dawud)

“Sesungguhnya di dalam syurga, ada pintu yang dinamakan pintu DHUHA, maka ketika datang hari kiamat memanggillah (yang memanggil Allah), dimanakah orang yang selalu mengerjakan sembahyang atas Ku dengan sembahyang DHUHA? inilah pintu kamu, maka masuklah kamu ke dalam syurga dengan rahmat Allah”. (HR. Thabrani dari Abu Huraerah).

“Barang siapa yang melaksanakan shalat dhuha 2 rakaat, maka akan ditulis sebagai orang- orang yang tidak lalai dalam mengingat Allah. Barang siapa yang melaksanakan 4 rakaat, akan ditulis sebagai orang- orang yang suka beribadah. Barang siapa yang melaksanakan 6 rakaat, maka akan dicukupkan ia pada hari tersebut. Barang siapa yang melaksanakan 8 rakaat, akan ditulis sebagai orang- orang yang selalu berbuat taat. Dan barang siapa yang melaksanakan 12 rakaat, maka Allah akan membina baginya mahligai di dalam Surga”. (HR At Thabrani)

“Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan 4 rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim dan Thabrani).

Dalam pelaksanaan atau tata cara mengerjakan sholat dhuha itu sama saja seperti kita mengerjakan sholat pada umumnya yaitu yang diawali dengan bacaan niat dan diakhiri dengan bacaan salam.
  • Membaca niat sholat dhuha didalam hati
  • membaca takbir (Takbiratul Ikhram)
  • Membaca doa Iftitah
  • Membaca surat al Fatihah
  • Membaca satu surat didalam Alquran. Afdholnya rakaat pertama membaca surat Asy-Syam dan rakaat kedua surat Al Lail
  • Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali
  • I’tidal dan membaca bacaannya
  • Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali
  • Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaanya
  • Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali
  • Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas.

Kemudian setelah selesai mengerjakan sholatnya disunatkan juga untuk membaca doa sholat dhuha sebagai mana telah kami tulis untuk bacaan doanya pada halaman sebelumnya. Mungkin itu saja yang dapat kami sajikan kali ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi semuanya.